Notebook tipis kini bukanlah monopoli Apple Macbook Air semata. HP pun punya. Namanya HP Voodoo Envy 133. Dibandingkan Macbook Air, HP Voodoo Envy 133 sedikit lebih tipis (0,7 inci vs. 0,76 inci).
Tampilannya cantik dengan casing yang merupakan paduan dari fiber karbon dan komposit gelas. Kuat, sekaligus memikat. Bobotnya pun ringan, kurang dari 3,4 pound.
Voodoo Envy 133 ini dimotori oleh prosesor Intel Core 2 Duo 1,8/1,6GHz. Sebagai media penyimpan, bisa dipilih antara harddisk 80GB 4200rpm, atau sebuah SSD (solid state disk) berkapasitas 64GB. Layar LED backlit 13,3”-nya menyuguhkan resolusi 1280×800 pixel yang didukung oleh chip grafis Intel GMA X3100.
Sebagai sistem operasi, HP menggunakan varian Linux yang disebut Voodoo IOS. Sistem operasi ini menarik dengan fitur InstantOn-nya. Fitur ini memungkinkan pengguna mem-booting ke layar Linux dalam hitungan detik setelah startup, sementara Vista di-booting di latar belakang.
Optical drive, seperti pada Macbook Air, tidak tertanam pada Voodoo Envy 133. Namun HP menyertakan sebuah optical disk drive eksternal.
Juga jangan mencari port DVI di sini karena port tersebut tidak akan muat di notebook supertipis ini. Namun jangan kuatir, tersedia port HDMI dan juga sebuah remote presenter unit. Selain itu urusan konektivitas bisa dilakukan via dua port USB yang tersedia. Jika mau, salah satu dari port tersebut boleh dipakai sebagai port eSATA.
Daya tarik lain terletak pada power-brick 56-watt yang merangkap sebagai Wi-Fi router. Cukup tancapkan saja kabel Ethernet dari jack atau koneksi WAN/LAN Anda ke port di “batu bata” yang disebut Voodoo Aura PowerConnect tersebut. Nah, Anda bebas menjelajah tanpa kabel (wireless), alias terbebas dari koneksi berkabel.
Menurut HP, batere Voodoo Envy 133 bisa bertahan 3 jam 45 menit. Di Amerika Utara, notebook yang menggunakan touchpad multi-touch ini dijual dengan harga mulai dari US$ 2100. Belum diketahui apakah notebook supertipis HP ini akan tersedia di Indonesia dan juga berapa harganya.